Renungan Sejenak

Selasa, 1 Mac 2011

Perajurit Perkasa Di Medan Laga

Kitab : Pendidikan Islam dan Madrasah Hassan Al-Banna

Pengarang : Dr. Yusuf Al-Qaradhawi


Pendidikan Islam menurut pengertian Ikhwanul Muslimin dan penerapannya mempunyai ciri-ciri khas yang menonjol, yang terpenting ialah :

1. Tekanan pada segi Ketuhanan,

2. Sempurna dan lengkap

3. Keserasian dan keseimbangan,

4. Bersifat kreatif dan membina,

5. Persaudaraan dan kesetiakawanan.

6. Beridentiti dan berdikari.


Tidaklah hairan kalau pendidikan Ikhwanul Muslimin bersemboyankan:

"Allahu Akbar wa lillahil hamd" dan menjadikan ucapan pertama yang diajarkan kepada para pengikutnya dan ditanamkan dalam akal dan perasaan mereka adalah tujuannya dan pengertiannya yang agung "Allah adalah tujuan kami.”

Misi pendidikan Hasan Al-Banna menjadikan sebagai prinsip kedua dari prinsip-prinsip "bai'ah" sesudah "memahami" apa yang dimaksud dengan Islam dalam batas-batas "usul dua puluh" yang terkenal itu.

Ikhlas ditafsirkannya dengan kata-kata:

"Seorang muslim dengan perkataan, perbuatan dan perjuangannya tidak lain ditujunya hanyalah Allah serta mengharap redha dan balasanNya yang baik, tanpa melihat kepada keuntungan, kesenangan, kemegahan, kepayahan, kemajuan atau kemunduran."

Dengan demikian ia menjadi seorang pejuang pemikiran dan akidah, bukan pejuang kerana sesuatu maksud tertentu atau manfaat.

Semoga Allah memberi rahmat kepada Khalid bin Walid, Saifullah, yang sebagai panglima ia telah memimpin dengan sebaik-baiknya dan sebagai perajurit yang telah pula melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

Ikhwanul Muslimin benar-benar menekankan pengertian-pengertian ini dalam pendidikannya dan sama sekali melarang penonjolan diri.

Di antara hasil pendidikan ini lahirlah banyak perajurit yang tak dikenal dalam jamaah itu, atau seperti yang dinamakan oleh Hadith Nabi yang diriwayatkan oleh Tirmidzi:

"Orang-orang baik yang bertakwa yang tak dikenal, bila mereka tidak hadir tidak dicari-cari dan jika mereka hadir maka mereka tidak dikenal orang."

Berapa banyak yang timbul di medan dakwah ini orang-orang yang banyak berpuasa dan beribadat malam hari (qiyamullail), seperti tersebut dalam firman Allah yang bermaksud:

"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap."

(Surah As-Sajadah: 16)


Orang-orang menyifatkan mereka seperti menyifatkan para sahabat dan tabi'in, bahawa mereka:

"Ahli ibadat ketika malam tiba dan waktu siang menjadi pasukan berkuda."

Penyair mereka mengungkapkan dalam syair yang berjudul "Huwa al-Haq" atau syair yang berjudul "Al-Karaib" yang dihafal oleh seluruh anggota Ikhwanul Muslimin, sebagai berikut:

"Kami adalah lemah lembut bila malam tiba, Kami kerumuni mihrab kami dengan rasa sedih, Kami adalah perajurit-perajurit perkasa di medan laga, musuh memandang kami tak terkalahkan bagaikan singa. "

Di antara hasil pendidikan iman kepada Tuhan ini, Ikhwanul Muslimin telah memberi sumbangan bagi tanah airnya dan usaha dakwahnya tanpa menyebut-nyebut jasanya.

Bahkan Allah memberi kepada mereka kenikmatan iman, sehingga meskipun mereka mendapat siksaan dan ujian yang terus menerus pada masa Kerajaan dan pada masa kekuasaan Jamal Abdul Nasir (1948, 1954, 1965) namun tidaklah mereka menjadi lemah kerana bencana yang menimpa mereka di jalan Allah dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah kepada musuh.

Di antara mereka ada yang dijadikan sasaran gigitan anjing, ada yang diseterika punggungnya dengan besi panas, ada yang robek-robek badannya kerana dirotan, ada yang menjalani hukuman penjara dua puluh tahun pada masa revolusi.

Ada yang terang-terangan ditembak mati seperti yang terjadi pada penyembelihan di Leman Thurah dan ada yang dibunuh secara sembunyi dengan pukulan dan siksaan, dan jumlah berpuluh-puluh,semuanya harus disingkapkan tabirnya agar mereka dikenal dalam sejarah.

Di antara mereka ada yang dihukum gantung sampai mati tanpa hak. Bukan kerana ia kafir sesudah Islam, bukan kerana ia berzina sesudah ihshan (sesudah kahwin secara sah) dan bukan pula kerana ia membunuh orang.

Dosanya hanya kerana ia mengatakan:

"Tuhanku adalah Allah dan pedomanku adalah Al-Quran."


Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...